Jumat, 06 November 2009

Waspada thdp panggilan telp



Waspadalah jika Anda menerima panggilan telp dari nomor HP yang tidak anda kenal:

Dia akan memperkenalkan dirinya (tanpa menyebut nama) sbg relasi/teman/saudara yg bekerja di Kepolisian Memberitahukan bahwa ini nomor telepon barunya, karena yg lama sudah mati. Bila anda menebak dg satu nama relasi/teman/saudara anda yg memang di Kepolisian, maka dia akan mengiyakan.

Secara spontan, biasanya anda akan menyimpan nomor tsb dg nama relasi/teman/saudara anda tsb. Tak berapa lama kemudian, orang tsb akan menelpon anda lagi, dan memberikan informasi bahwa dia punya beberapa unit barang sitaan (entah itu dari pelabuhan atau dari Kepolisian) dan minta tolong untuk dijualkan/ditawarkan kepada teman2 yg lain.

Karena barang yg disebutkan beragam, maka biasanya anda akan minta di SMS saja daftar barang2 tsb. Inilah daftar barang SITAAN yg akan anda terima melalui SMS di HP anda:

Laptop Toshiba QOSMIO F-50: Intel Core2Duo 2,53ghz - 120 unit @ 4jt,

HP Nokia E90, N86 and N96, Blackberry bold 9000 – semua 230 unit harga @ 2,5jt
I phone 3g (8Gb) – 80 unit @ 3,5jt
I phone 3g (16Gb) – 70 unit @ 4,5jt

Kondisi barang masih baru lengkap dengan dus nya dan ada segel – 100% original.

Bila anda terjebak dan tertarik dg murahnya harga barang tsb, maka anda akan diminta untuk transfer sejumlah uang ke nomor rekening yang disebutkan oleh orang tsb.

Berikut, adalah contoh nomor HP yang digunakan oleh pelaku penipuan ini utk menghubungi anda:

081310411990
081260752252

Dan nomor rekening bank yang sempat disebutkan oleh pelaku adalah:

Rek BNI : 0172994062 a/n Effendi
Rek BCA 0221758241 a/n Goei Siong Tjing (hehehe nama yg aneh kan? dan ini akan diaku oleh pelaku bahwa dia adalah menantu komandannya ???)

Waspadalah… !

Peringatan ini dari email seorang sahabat jika Anda menerima panggilan telp dari nomor HP yang tidak anda kenal:

Dia akan memperkenalkan dirinya (tanpa menyebut nama) sbg relasi/teman/saudara yg bekerja di Kepolisian Memberitahukan bahwa ini nomor telepon barunya, karena yg lama sudah mati. Bila anda menebak dg satu nama relasi/teman/saudara anda yg memang di Kepolisian, maka dia akan mengiyakan.

Secara spontan, biasanya anda akan menyimpan nomor tsb dg nama relasi/teman/saudara anda tsb. Tak berapa lama kemudian, orang tsb akan menelpon anda lagi, dan memberikan informasi bahwa dia punya beberapa unit barang sitaan (entah itu dari pelabuhan atau dari Kepolisian) dan minta tolong untuk dijualkan/ditawarkan kepada teman2 yg lain.

Karena barang yg disebutkan beragam, maka biasanya anda akan minta di SMS saja daftar barang2 tsb. Inilah daftar barang SITAAN yg akan anda terima melalui SMS di HP anda:

Laptop Toshiba QOSMIO F-50: Intel Core2Duo 2,53ghz - 120 unit @ 4jt,

HP Nokia E90, N86 and N96, Blackberry bold 9000 – semua 230 unit harga @ 2,5jt
I phone 3g (8Gb) – 80 unit @ 3,5jt
I phone 3g (16Gb) – 70 unit @ 4,5jt

Kondisi barang masih baru lengkap dengan dus nya dan ada segel – 100% original.

Bila anda terjebak dan tertarik dg murahnya harga barang tsb, maka anda akan diminta untuk transfer sejumlah uang ke nomor rekening yang disebutkan oleh orang tsb.

Berikut, adalah contoh nomor HP yang digunakan oleh pelaku penipuan ini utk menghubungi anda:

081310411990
081260752252

Dan nomor rekening bank yang sempat disebutkan oleh pelaku adalah:

Rek BNI : 0172994062 a/n Effendi
Rek BCA 0221758241 a/n Goei Siong Tjing (hehehe nama yg aneh kan? dan ini akan diaku oleh pelaku bahwa dia adalah menantu komandannya ???)

Waspadalah… !

Peringatan ini dari email seorang sahabat

Kamis, 15 Oktober 2009

Penipuan TP (Transfer Pulsa) INDOSAT


Penipuan TP (Transfer Pulsa) INDOSAT
Ketika lagi asyik didepan komputer, tiba-tiba handphone bergetar, tanda ada sms masuk. aku ambil handphone dan kubuka sms yang baru masuk, isinya “Anda mempunyai PESAN SUARA 1 dr +6285656673529 untuk m’dengarkn ketik: TP(spasi)+6285656673529(spasi) 15677 kirim ke 151 (GRATIS)” dikirim dari no +6287842992789. Langsung aja aku ketawa dengan gaya menipu model TP (Transfer pulsa) ini, mungkin sepintas kalau tidak cermat kita akan terkecoh juga.

Jadi pesan “TP(spasi)+6285656673529(spasi) 15677 kirim ke 151″ kalau diterjemahkan adalah Transfer Pulsa ke No. +6285656673529 sejumlah Rp. 15.677

Untuk itu hati-hatilah dengan penipuan lewat sms, baca dengan seksama

[Update]
Saat ini Indosat IM3 telah mengubah metode transfer pulsanya yaitu bukan menggunakan singkatan TP tetapi TRANSFERPULSA.
Jadi untuk transfer pulsa IM3 sekarang ini formatnya adalah:
TRANSFERPULSA NOTUJUAN BESARNYAPULSA
contoh: TRANSFERPULSA 085678910111213 5000 kirim ke 151

itu artinya anda mentransfer pulsa 5000 ke nomor 085678910111213. Setelah mengirim ke 151 akan ada konfirmasi “Anda akan mentransfer pulsa ke 085678910111213 sebesar Rp. 5000, ketik OK untuk transfer atau BATAL untuk batal transfer. Dalam 30 menit tidak direply Transfer dibatalkan”.
Tinggal reply dan balas OK, proses transfer langsung diproses.
Catatan: transfer bisa dilakukan jika sisa pulsa setelah transfer minimal Rp.5.000.

Dengan begitu Indosat IM3 telah meminimalisir penipuan berkedok transfer pulsa.
transfer pulsa im3
cara transfer pulsa im3
tp im3
hack pulsa im3
pulsa im3

Minggu, 04 Oktober 2009

Wanita Penipu Diciduk Polisi


Sepak terjang Rabiatu Adawiyah alias Atul (26), dalam hal tipu-menipu akhirnya berakhir ditangan petugas dari Sat Reskrim Unit Curat Poltabes Banjarmasin. Bagaimana tidak, Atul yang terkenal sebagai penipu ulung itu berhasil diciduk petugas saat berada di rumahnya di kawasan Jl Kelayan B Gg Setia Rahman RT 09/03 Banjarmasin Selatan.




“ Pelaku memang sudah menjadi target operasi (TO) lama kita atas aktifitasnya sebagai penipu yang sangat meresahkan warga Kota Banjarmasin,” kata Kapoltabes Banjarmasin Kombes Pol WarsitoHadi Purnomo SH melalui Kasat Reskrim Kompol Edy Suwandono Sik kepada para wartawan. Edy juga mengatakan bahwa, pelaku diketahui sudah lebih dari 2 (dua) tahun berpetualang sebagai penipu dengan modus, dalam melakukan aksinya dia berpura-pura membeli suatu barang di sebuah kios-kios kecil yang berada didalam gang.
“ Jadi pelaku membeli barang seolah-olah ingin menjual kembali sehingga para korban mengeluarkan barang pesanan berjumlah besar, saat korban lengah (masuk kedalam rumah, red) pelaku langsung kabur membawa barang-barang milik korban. Dan untuk saat ini pelaku masih kita mintai keterangan secara intensif yang mana dilihat dari jumlah laporan dan ciri-ciri dari pelaku yang sama, kemungkinan besar korban akan terus bertambah,” tambah Edy.

Sementara itu dari pantauan Barito Post di Ruang Sat Reskrim, pelaku memang menunjukkan dirinya sebagai seorang penipu ulung sejati. Hal itu dapat dilihat saat para wartawan yang menemuinya, pelaku tidak mengaku sebagai seorang penipu melainkan sebagai korban pemukulan. “ Saya disini karena anak dipukul oleh seseorang, jadi jangan di ekspose di Koran apalagi sampai di foto,” ungkap wanita yang mempunyai bentuk tubuh yang subur itu singkat.
www.Barito-Post.com



Rabu, 23 September 2009

Mudik: Ditipu sama 'polisi'


Indrawati (20), warga Lampung Utara, Lampung, ditipu pria yang mengaku polisi di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (15/9) siang. Uang Rp 1,5 juta dan dua ponselnya raib.
Saat ditemui di Pos Keamanan Terminal Kalideres, Indrawati mengatakan, ketika berada di angkutan umum menuju Terminal Kalideres, dia bertemu dengan penumpang pria. "Saya tidak curiga sama sekali. Orang itu mengaku polisi. Saya percaya saja. Dia ngajak ngobrol terus. Lalu, dia ngajak turun sebelum sampai di Terminal Kalideres, dia bilang supaya lebih aman," kata Indrawati.
Wanita yang selama ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, ini menuruti saja kemauan pria itu. Sampai di terminal, tiba-tiba datang seorang pria yang mengaku sebagai polisi. "Orangnya tidak pakai seragam. Dia lalu mendatangi kami dan mengobrol," tutur Indrawati.


Polisi tadi, kata Indrawati, menanyakan uang dan barang berharga milik Indrawati. "Tadinya uang saya letakkan di tas kecil. namun, oleh orang itu diminta untuk dipindahkan ke tas besar yang saya bawa. Saya lalu menurutinya," kata Indrawati.
Setelah meletakkan dompet dan ponselnya di dalam tas, orang yang berpura-pura jadi polisi tadi lalu mengambil sebuah gembok kecil untuk mengunci tas besar Indrawati. "Saya tidak bisa memerhatikan ketika polisi tadi menggembok tas saya. Soalnya bapak-bapak yang kenalan di bus ngajak ngobrol terus," tutur Indrawati.
Indrawati baru menyadari dompet dan ponselnya hilang setelah sampai di terminal. Kala itu dia hendak membeli tiket bus. Dia kebingungan ketika akan mengambil dompetnya karena tidak memegang anak kuncinya.
Beberapa petugas polisi resmi yang mendengar laporan dari Indrawati ini menyesalkan sikap Indrawati yang tidak hati-hati itu.
Kanitreskrim Polsek Kalideres Iptu R Marbun lalu membelikan tiket bus dan memberikan sejumlah uang kepada Indrawati karena merasa iba. "Semoga kamu bisa berhari raya bersama keluarga di kampung. Hati-hati di dalam perjalanan jangan sampai ketipu lagi," kata Marbun.

sumber:kapanlagi.com


Sabtu, 20 Juni 2009

Ahli Kulit Gadungan Tipu Puluhan Artis


Ahli Kulit Gadungan Tipu Puluhan Artis


Para wanita yang hendak memutihkan kulit, ataupun memuluskan wajah secara instan sebaiknya hati-hati. Seorang ahli kecantikan kulit gadungan menipu ratusan wanita yang hendak memutihkan, dan mengencangkan kulit.

Pria putus sekolah SMP tersebut mengaku sudah menangani puluhan artis selama beberapa tahun terakhir. Kepada wartawan di Polrestro Jakarta Selatan, Jumat (19/6) Asmari (44) dokter gadungan itu mengaku hanya menyuntikkan vitamin kepada para pasiennya yang kebanyakan wanita muda dan setengah baya.

Pria gemulai ini diduga sudah bertahun-tahun menjalankan praktek kecantikan tanpa izin ini. Bahkan ia juga disinyalir menerima pesanan pembesaran payudara dan suntik silikon pada wajah. Kepala Satuan reskrim Polrestro Jaksel Kompol Subandi mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan salah satu korban yang melapor.

"Memang korban belum merasakan dampak negatif pada kulitnya, namun ia melapor lantaran khawatir tersangka melakukan praktik ilegal," ujarnya.

Menurut Subandi, korban sudah berpraktek sejak 2002 atau sebelumnya, padahal, ia tidak memiliki izin, ataupun pendidikan akademis terkait pemutihan kulit dan pembesaran payudara ini. Dalam beraksi, pelaku meminta bayaran mulai dari Rp 120.000 hingga Rp 2,5 juta untuk sekali berobat. Ia tidak mempunyai klinik, dan hanya bertemu para pasiennya melalui perjanjian.

Pemasaran jasanya juga dilakukan dari mulut ke mulut pasiennya. Ia juga tidak memasang iklan untuk usaha ilegalnya tersebut. Diakui Asmari bahwa dirinya tidak memiliki izin berpraktek. Namun ia membantah aksinya berbahaya.

"Coba pada lihat nih, ini vitamin semua, kalo emang ada korbannya coba kasih tahu, artis yang datang ke saya juga banyak," ujarnya geram sambil memperlihatkan sejumlah vitamin cair yang dijadikan barang bukti. Namun ia menolak menyebutkan siapa artis yang dimaksud.

Asmari ditangkap petugas di kawasan Mampang Prapatan. Namun diduga ia juga beroperasi di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam pemeriksaan oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Jaksel, tersangka mengaku sebelumnya menjalankan usaha salon. Namun lantaran tidak laku, ia menjadi dokter kecantikan yang siap dipanggil kemanapun.

Ia dijerat pasal 82 Undang-undangKesehatan nomer 23 tahun 1992, dan Pasal 78 Undang-undang no 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan. Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa alkohol, kolagen dalam bentuk cairan.

Kolagen adalah protein yang biasa digunakan untuk mengenangkan kulit, biasanya dalam bentuk pil, dan suntikan.Dua buah handphone, puluhan vitamin kulit, dan sejumlah alat suntik, dan jarumnya.

Petugas masih menyelidiki korban-korban lainnya yang munkin malu melapor kepada yang berwajib. Selama beraksi, tersangka biasa bekerja sendiri tanpa bantuan asisten. "Kami belum tahu apakah vitamin-vitamin itu legal, atau tidak, palsu atau tidak, maupun kadaluarsa atau tidak, masih kami selidiki," ujar Subandi.

PLN Gadungan

Sementara itu, empat petugas PLN gadungan juga ditangkap petugas Polrestro Jaksel kemarin. Mereka ditangkap di Jalan Semanan Kalideres, Jakarta Barat dan Jalan Perancis Kampung Dadap Tangerang.

Modus kejahatan yang mereka lakukan masuk ke dalam rumah korban dan berpura-pura sebagai petugas PLN menggunakan seragam dan tanda pengenal palsu serta buku catatan pelanggan. Selanjutnya mereka masuk dan mengambil barang-barang berharga milik korban.

Empat tersangka yakni Dana Wardana (35), Sunara alias Robet (38), Anang (39), dan Toto alias Bogel (33). Anang dan Toto ditembak kaki kirinya karena melarikan diri saat mau ditangkap. Sasaran pelaku umumnya rumah-rumah mewah, antara lain di Kebayoran Baru, Tebet, dan Pamulang.

Selain barang elektonik seperti laptop, mereka juga mengambil perhiasan. Para pelaku ini sudah puluhan kali melakukan aksinya. Masyarakat dihimbau agar berhati-hati dan selektif menerima petugas PLN. (Ahmad Sabran)

Tips Melakukan Perawatan Kulit
1. Datanglah ke tempat klinik kulit dan wajah yang dikenal baik
2. Jangan mudah tergiur harga perawatan murah
3. Pastikan anda ditangani ahli kecantikan yang berpendidikan
4. Perhatikan obat-obatan atau vitamin yang akan digunakan atau disuntikkan
5. Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan perawatan



sumber, WartaKota.co.id

Penipuan via Kupon Undian Marak di Kota Bekasi


Maraknya penipuan melalui kupon undian yang belakangan marak di kota Bekasi membuat Koordinator Forum RT/RW Se-Kota Bekasi, Yudistira mulai angkat bicara.

"Warga diminta jangan cepat tergiur dengan kupon undian berhadia," tutur Yudistira di Bekasi, Jumat (6/6/2008).

Menurut Yudis, kupon-kupon undian berhadiah yang marak didapatkan warga di Kota Bekasi ini merupakan modus penipuan terstruktur, sehingga terlihat cukup meyakinkan akan keaslian kupon undian tersebut. "Aparat penegak hukum, harus segera bertindak tegas, karna kalau tidak akan banyak warga yang menjadi korban penipuan," tegas Yudistira yang mengaku sudah siap maju menjadi anggota Dewan dalam pemilu legislatif 2009 mendatang dari salah satu Partai besar di Kota Bekasi.

Yudis menjelaskan, salah satu contoh kupon berhadia yang banyak ditemukan dikalangan warga yakni kupon yang mengatasnamakan produk rumah tangga milik PT Wings Surya yang menjual produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun mandi, detergen, dan pasta gigi, "Didalamnya terdapat tulisan "Anda mendapatkan Hadia Utama berupa satu unit mobil kijang Inova,", padahal kupon itu jelas palsu dan menyesatkan," jelas Yudis lagi.

Salah satu warga Bekasi yang mengaku bernama Jufri (28) mengaku pernah mendapatkan kupon undian, dan ternyata setelah dikonfirmasi melalu no telpon yang tertera di kupon tersebut, meminta agar dirinya mentranfer uang sebesar Rp 5 juta sebagai biaya administrasi, "Kita pernah dapat, tetapi pas dikonfirmasi malah minta uang untuk ditransfer, mulai dari situ saya curiga," terang Jufri warga Pondok Ungu, RT 1/11, Medan Satria, Bekasi.

Sementara itu, saat mencari tahu dari pihak perusahaan penyuplai kebutuhan tumah tangga itu, salah satu staf promosi PT Wings membenarkan bahwa kupon tersebut merupakan penipuan yang sengaja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, "Perusahaan kami tidak pernah ada promosi melalui kupon, dan itu murni tindak kriminal," tungkas Silfi singkat.(cky)

sumber dari,
www.okezone.com

Kamis, 14 Mei 2009

Bayar Utang Dengan Cek Kosong



Bayar Utang Dengan Cek Kosong

BOGOR (Pos Kota) – Masyarakat diminta berhati-hati, jika menerima pembayaran melalui cek. Di Bogor, seorang pengusaha menjadi korban penipuan .
Karnadi Setyawan 51, warga Kebon Kelapa Bogor Tengah kepada polisinya mengaku,a dirinya ditipu oleh Muliana 61, warga Kelapa Gading Jakarta Utara.
Menurut korban, 19 April , pelaku membayar hutangnya Rp 25 juta dengan selembar cek sebuah bank swasta.
Ketika hendak dicairkan di bank tanggal 28/4, ternyata ditolak pihak bank dengan alasan, no rekening tersebut, sudah ditutup.





Walau merasa diperdaya pelaku, korban masih berusaha menempuh jalan musyawarah dengan menghubungi dan mendatangi rumah pelaku.
“Karena terus diperdaya, saya lapor polisi saja. Biar masalahnya diselesaikan secara hukum,” ujar Karnadi Senin (11/5) sore.
“Kasus penipuan ini, kini ditangani Polresta Bogor dengan meminta keterangan saksi pelapor dan beberapa saksi lainnya,” tandas Irwansyah, Kasat Reskrim Polresta Bogor. (yopi)